Sejarah

AMA Surabaya

Gagasan mendirikan Asosiasi Manajer Indonesia (AMA) dilontarkan pertama kali pada April 1989 dan secara resmi berdiri tanggal 1 Oktober 1989. Waktu itu, wadah ini dimaksudkan sebagai ajang bagi para professional muda dalam berorganisasi, bermasyarakat dan sebagainya. Kini AMA Indonesia mempunyai visi jauh kedepan, tidak sekedar menjadi organisasinya para “Manajer” tapi mengembangkan diri menjadi komunitas masyarakat manajemen bisnis Indonesia yang kuat dan maju. Hal ini sesuai dengan hasil MUNAS 2001, dimana diamanatkan bahwa nama perhimpunan menjadi Asosiasi Manajemen Indonesia. Saat ini AMA-Indonesia telah berkembang pesat, memiliki hampir 2000 orang anggota yang tersebar di 11 cabang di kota-kota besar (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Denpasar, Makasar, Solo, Pekanbaru dan Jambi).

Eksistensi AMA sebagai Asosiasi Manajemen Indonesia yang secara formal diakui pemerintah sebagai organisasi professional, merupakan wadah yang tepat bagi pendidikan informal para manajer Indonesia. AMA-Indonesia secara makro merasa dipanggil untuk mempersiapkan manajer-manajer Indonesia untuk siap tampil secara prima dalam area kompetisi dunia usaha.

Keberadaan organisasi AMA di kota-kota besar tersebut telah menjadi kebutuhan seiring dengan adanya kebijakan otonomi daerah ditengah – tengah reformasi. Di beberapa cabang AMA-Indonesia bahkan telah menjadi mitra bagi eksekutif dan legislatif di daerah tersebut. Sumbangsih organisasi AMA-Indonesia terhadap bangsa dan negara Indonesia merupakan bukti nyata pentingnya keberadaan organisasi ini untuk masa sekarang dan akan datang.

Menu Utama

Guests Online

We have 12 guests and no members online